Senin, 18 Juni 2012

Tips Membuat Perencanaan Keuangan dan Mengelolanya dengan Baik


Banyak orang yang memiliki pendapatan yang lumayan besar setiap bulannya namun hampir setiap bulan merasa kekurangan atau kehabisan uang. Sebaliknya, tidak sedikit orang yang penghasilannya bisa dibilang pas-pasan tapi mereka hampir tidak pernah merasa kehabisan uang. Dalam hal ini akan bahas mengenai pengololaan uang untuk pribadi maupun keluarga. Memang untuk mengelola keuangan baik pribadi, keluarga, maupun organisasi tidak mudak (bagi yang tidak bisa menahan diri), bagi yang bisa menahan diri ini sangatlah mudah.

Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mengelola keuangan kita agar terhindar dari masalah keuangan yaitu dengan membedakan dan mengelompokkan harta yang kita miliki antara lain pendapatan, bisnis, investasi, dan tabungan. Karena dengan demikian kita dapat menggunakan uang sesuai dengan kebutuhan. Cara mengelompokkanya mungkin dengan membuat rekening yang berbeda.
  1. Pendapatan
    Untuk pendapatan anda sebagian bisa disisihkan untuk tabungan atau investasi, dan sebagian lagi gunakan untuk pengeluaran anda.
  2. Bisnis
    Simpanan untuk bisnis jangan sampai digunakan untuk kepentingan pribadi atau yang lainnya selain kepentingan bisnis, hal ini untuk mendukung kelancaran bisnis anda.
  3. Investasi
    Investasi anda bisa berupa emas, rumah, tanah, dsb. Jangan menggunakan dana investasi anda untuk keperluan pribadi kecuali jika sangat penting dan itupun gunakanlah keuntungan dari investasi anda, jangan gunakan seluruhnya.
  4. Tabungan
    Tabungan merupakan harta yang sangat penting. Tambah saldo tabungan anda, minimalkan pengurangan saldo. Jangan gunakan uang tabungan kecuali jika ada kebutuhan yang sangat penting misalkan kematian, sekolah, dll.
Selain melakukan langkah-langkah yang disebutkan di atas, anda harus bisa mengontrol pengeluaran anda agar anda tidak konsumtif dan cenderung menghabiskan uang untuk sesuatu yang tidak perlu. Jika anda bisa mengendalikan diri dan melakukan langkah-langkah yang disebutkan diatas, keuangan anda pasti akan berjalan dengan baik. 

Uang merupakan kebutuhan hidup untuk mempertahankan kehidupan. Anda bekerja keras untuk mendapatkan uang. Namun, sering kali uang tersebut hanya bertahan seminggu atau dua minggu setelah gajian saja. Sering juga seorang yang sudah bekerja puluhan tahun tetapi tidak dapat menyimpan uang sedikitpun. Apa sebenarnya yang menjadi masalah? Masalahnya terletak pada cara mengatur uang tersebut. Hal yang sangat mendasar dari sebuah pengaturan uang adalah perencanaan. Perencanaan keuangan yang baik akan memaksimalkan pengaturan keuangan Anda. Berikut ini beberapa tips-tips untuk membuat perecanaan keuangan yang baik.

  • Pertama, buatlah list pengeluaran anda pada bulan yang lalu. List pengeluaran berisi daftar belanja anda selama jangka waktu tertentu, biasanya per bulan. Belanja tidak harus berbentuk membeli sebuah barang, tetapi dapat pula berupa jasa, atau apapun yang membuat anda mengeluarkan uang. Pembuatan list pengeluaran sangatlah penting. Anda dapat mengetahui berapa besaran uang penghasilan yang telah anda keluarkan sebelumnya. Selain itu, jika terjadi pembengkakan pengeluaran, anda dapat merunut, dari bagian manakah asal pengeluaran anda yang membengkak tersebut.

  • Kedua, susunlah kebutuhan anda dalam jangka waktu tertentu. Jika anda menginginkan dalam jangka waktu per bulan, anda dapat menyusun kebutuhan selama satu bulan ke depan. Biasanya penyusunan kebutuhan ini pada awal bulan. Namun, pada anda yang mendapatkan uang (gajian) pada pertengahan bulan atau pada akhir bulan, dapat mengawali pada hari setelah anda gajian terhitung satu bulan (30 sampai 31 hari).

  • Terakhir, cocokkanlah list kebutuhan anda dengan list pengeluaran anda. Apa guna mencocokkan kedua list yang sudah dibuat tersebut. Tidak lain untuk mengurangi kesalahan yang terjadi pada pengeluaran bulan lalu agar tidak terulang kembali pada list kebutuhan yang dibuat. Kebutuhan yang telah kita susun sering kali terlalu berlebihan sehingga perlu direvisi kembali agar anggaran belanja kebutuhan tersebut tidak membengkak. Kita perlu cermat dalam merevisi list kebutuhan. Membeli yang dibutuhkan, bukan yang diinginkan.

Sumber :

Sabtu, 16 Juni 2012

Masalah Pokok Perekonomian Indonesia


Di dalam suatu kepemerintahan ada beberapa masalah-masalah yang memicu terjadinya lemahnya tingkat perekonomian kepemerintahan tersebut. Sesungguhnya keberhasilan pemerintah dalam jangka panjang tidak terlepas dari kemampuannya menangani masalah-masalah ekonomi jangka pendek. Dan masalah-masalah ekonomi jangka pendek  yang paling penting dan sampai saat ini belum terselesaikan yaitu :

    1.  Pengangguran

Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran merupakan penduduk yang berfungsi ganda dalam perekonomian. Dalam konteks pasar ia berada baik disisi permintaan maupun sisi penawaraan. Disisi permintaan, penduduk adalah konsumen, sumber permintaan akan barang dan jasa. Disisi penawaraan, adalah sebagai produsen, jika ia pengusaha /pedagang/tenaga kerja. Namun pengangguran akan lebih banyak membawa dampak yang negatif bagi perekonomian di Indonesia saat ini, salah satu dampaknya adalah sikap kriminalitas yang muncul dan masalah sosial lainnya.
Jenis & macam pengangguran
      a. Berdasarkan jam kerja :
  • Pengangguran Terselubung (Disguised Unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena suatu alasan tertentu.
  •  Setengah Menganggur (Under Unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena tidak ada lapangan pekerjaan, biasanya tenaga kerja setengah menganggur ini merupakan tenaga kerja yang bekerja kurang dari 35 jam selama seminggu.
  • Pengangguran Terbuka (Open Unemployment) adalah tenaga kerja yang sungguh-sungguh tidak mempunyai pekerjaan. Pengganguran jenis ini cukup banyak karena memang belum mendapat pekerjaan padahal telah berusaha secara maksimal.
      b.    Berdasarkan penyebab terjadinya :
  • Pengangguran friksional (frictional unemployment)
Pengangguran dikarenakan lebih memilih menganggur sambil menunggu pekerjaan yang sesuai keinginkan dan lebih baik.
  • Pengangguran konjungtural (cycle unemployment)
pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan gelombang (naik-turunnya) kehidupan perekonomian/siklus ekonomi.
  • Pengangguran struktural (structural unemployment)
Pengangguran struktural adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan struktur ekonomi dan corak ekonomi dalam jangka panjang.
  • Pengangguran musiman (seasonal Unemployment)
Pengangguran yang dikarenakan sebuah musim yang berganti-ganti. Musimlah yang mempengaruhinya.
  • Pengangguran siklikal
Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja.
  • Pengangguran teknologi
Pengangguran teknologi adalah pengangguran yang terjadi akibat perubahan atau penggantian tenaga manusia menjadi tenaga mesin-mesin.
  • Pengangguran siklus
Pengangguran yang diakibatkan oleh menurunnya kegiatan perekonomian karena terjadi resesi.

Penyebab Pengangguran
- Kurangnya lapangan kerja, maksudnya antara pekerja dan peluang pekerjaan tidak seimbang.
- Mayoritas sebuah pekerjaan membutuhkan pekerja yang terdidik, sementara yang ada adalah pengangguran yang tidak terdidik, dan lain-lain.


Langkah-langkah Kebijakan untuk Mengatasi Pengangguran
a. Mengendalikan pertumbuhan penduduk.
b. Terciptanya kegiatan ekonomi yang meningkat.
c. Memberikan dan mengarahkan pendidikan sumberdaya.
d. Memberikan kesempatan kerja di daerah-daerah
e. Digalangkannya eksport jasa, berupa pengiriman tenaga kerja ke luar negeri.

     2.  Inflasi

Inflasi adalah naiknya harga barang/bahan pokok secara menyuluruh secara terus menerus dan merata sehingga membuat nilai mata uang menjadi rendah/ barang yang didapat lebih sedikit.

Macam-macam Inflasi
- Inflasi ringan (kurang dari 10% per tahun)
- Inflasi sedang (antara 10% - 30% per tahun)
- Inflasi berat (antara 30% - 100% per tahun)
- Hiperinflasi (diatas 100% per tahun)

Dampak Inflasi
Pembedaan macam inflasi atas parah atau tidaknya ini berguna untuk melihat dampak dari inflasi yang bersangkutan. Apabila inflasi itu ringan, biasanya justru mempunyai pengaruh yang positif dalam arti dapat mendorong perekonomian untuk berkembang lebih baik yaitu meningkatkan pendapatan nasional dan membuat orang menjadi bergairah bekerja atau ada insentif untuk bekerja, menabung, maupun mengadakan investasi. Sebaliknya dalam masa inflasi yang parah yaitu pada saat terjadi hiperinflasi, keadaan perekonomian menjadi kacau balau, dan perekonomian menjadi lesu, orang menjadi tidak bersemangat bekerja, menabung, maupun mengadakan investasi dan produksi. Karena harga meningkat sangat cepat, para penerima pendapatan tetap akan menjadi kewalahan dalam mengimbangi kenaikan harga barang dan jasa, sehingga taraf hidup mereka menjadi semakin merosot dari waktu ke waktu.

Sisi Negatif
  • Inflasi akan menjadikan turunnya pendapatan rill masyarakat yang memilih penghasilan tetap.
  • Inflasi menyebabkan turunnya nilai rill kekayaan masyarakat yang berbentuk kas (uang).
  • Inflasi akan menyebabkan nilai tabungan masyarakat menjadi turun.
  • Inflasi akan menyebabkan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi terlambat.

Sisi Positif
  • Inflasi yang terkendali menggambarkan adanya aktivitas ekonomi dalam suatu Negara.
  • Inflasi terkendali merangsang masyarakat untuk berusaha bekerja keras untuk meningkatkan kesejahteraannya.

Sebab-sebab Inflasi
a.      Inflasi Permintaan (demand full inflation)
Inflasi yang disebabkan oleh adanya tarikan permintaan terhadap barang dan jasa, sehingga mendorong harga untuk meningkat.
b.       Inflasi Penawaraan (cost push inflation)
inflasi yang ditimbulkan karena desakan kenaikan biaya produksi, terutama kenaikan biaya tenaga kerja.
c.       Inflasi Spiral (spiral inflation)
       kenaikan harga yang didorong oleh kenaikan upah, dan diikuti oleh kenaikan upah lagi.

     Cara Mengatasi Inflasi
Jika inflasi sudah dalam taraf yang membahayakan, inflasi harus segera diatasi. Adapun cara mengendalikan inflasi adalah :

Kebijakan Moneter
       Kebijakan moneter adalah kebijakan pemerintahan di bidang keuangan (melalui bank sentral)  untuk mengatur jumlah uang yang beredar agar sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan dalam suatu sistem perekonomian. Bentuk kebijakan moneter yang dilakukan untuk mengatasi inflasi antara lain sebagai berikut.

1.      Penetapan Cadangan Minimum
          Bank sentral mewajibkan bank umum untuk menaruh sejumlah dananya, menurut persentase tertentu dari seluruh dana yang dihimpunnya, di bank sentral. Bila bank sentral ingin  memperkecil jumlah uang beredar di masyarakat, bank sentral bisa menaikkan tingkat cadangan minimum yang harus dipenuhi oleh bank umum. Dengan demikian, dana yang dapat disalurkan oleh bank umum semakin kecil, yang pada akhirnya jumlah uang beredar semakin sedikit.
2.      Operasi Pasar Terbuka
         Maksudnya yaitu menjual berbagai surat berharga seperti obligasi dan SUN. Dengan demikian, uang masyarakat akan tersedot ke bank sentral sehingga jumlah uang beredar akan berkurang.
3.      Kebijakan Diskonto
         Untuk mengatasi inflasi, bank sentral dapat menaikan tingkat bunga peminjaman yang dikenakan kepada bank umum. Sebagai akibatnya, bank umum akan mengurangi peminjaman uangnya kepada bank sentral sehingga jumlah uang yang beredar semakin sedikit.

Kebijakan Fiskal 
- Menurunkan pengeluaran Pemerintah
- Menaikkan pajak

Kebijakan Rill 
- Menaikkan hasil produksi
           Jika produksi dapat ditingkatkan, maka permintaan masyarakat akan dapat dipenuhi sehingga pada akhirnya tidak terjadi inflasi. 
         - Mengendalikan harga
           Agar harga tidak naik, pemerintah dapat mengendalikan harga dengan cara pengawasan. Pemerintah akan menetapkan harga tertinggi yang boleh ditetapkan pengusaha.

Sumber :
      Adji, Wahyu, dkk. Ekonomi Untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta : Penerbit Erlangga, 2007.
http://nabilasishma.blogspot.com/2012/06/masalah-pokok-perekonomian-indonesia.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Inflasi 
http://id.wikipedia.org/wiki/Pengangguran 


Peran Sektor Luar Negeri Pada Perekonomian Indonesia


A.   Perdagangan Antar Negara

      Perdagangan antar negara atau sering disebut dengan persagangan internasional merupakan suatu kegiatan pertukaran barang dan jasa antara satu negara dengan negara lain yang saling menguntungkan kedua belah pihak.

Faktor-faktor yang mendorong perdagangan internasional adalah
  1. Untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa di dalam negeri 
  2. Keinginan untuk memperoleh keuntungan dan meningkatkan penerimaan negara 
  3. Adanya perbedaan kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mengolah sumber daya ekonomi 
  4. Adanya kelebihan kapasitas produksi dalam negeri sehingga perlu perluasan pasar untuk menjual produk tersebut 
  5. Adanya perbedaan kondisi di setiap negara sehingga menyebabkan perbedaan hasil produksi dan adanya keterbatasan produksi 
  6. Adanya kesamaan selera terhadap suatu barang 
  7. Keinginan untuk menjalin kerjasama, hubungan politik, dan dukungan dari negara lain 
  8. Terjadinya era globalisasi sehingga tidak satu negarapun di dunia dapat memenuhi kebutuhan hidup sendiri.

      Manfaat dari perdagangan internasional ini adalah : 
  • Dapat memperoleh barang yang tidak diproduksi di negeri sendiri 
  • Memperoleh keuntungan dari spesialisasi produksi bagi tiap-tiap negara 
  • Memperluas pasar hasil produksi 
  • Meningkatkan devisa 
  • Meningkatkan teknologi

B.   Hambatan-hambatan Perdagangan antar Negara

       Meskipun setiap negara menyadari bahwa perdagangan negaranya dengan Negara lain harus terlaksana dengan baik, lancar, dan saling menguntungkan. Namun seringkali negara-negara tersebut membuat suatu kebijaksanaan dalam sektor perdagangan luar negeri yang justru menimbulkan hambatan dalam proses transaksi perdagangan luar negeri.
        Namun demikian, dengan mulai dicetuskannya era perdagangan bebas, maka hambatan-hambatan yang selama ini cukup menggelisahkan akan dicoba untuk dikurangi dan jika mungkin dihapuskan. Adapun bentuk-bentuk hambatan yang selama ini terjadi di antaranya :

Hambatan Tarif
        Tarif adalah suatu nilai tertentu yang dibebankan kepada suatu komoditi luar negeri tertentu yang akan memasuki suatu Negara (komoditi impor). Tarif sendiri ditentukan dengan jumlah yang berbeda untuk masing-masing komoditi impor. Secara garis besar bentuk penetapan tari ada dua jenis, yakni :
  • Tarif Ad-volarem
Yakni tarif yang besar kecilnya ditetapkan berdasarkan prosentase tertentu dari nilai komoditi yang diimpor.
  • Tarif spesifik
Yaitu tarif yang besar kecilnya didasarkan pada nilai yang tetap untuk setiap jumlah komoditi impor tertentu. 

Adapun pengaruh dari adanya pengenaan tarif terhadap komditi import adalah sebagai berikut :
  • Tidak adanya tarif menjadikan komditi impor yang masuk ke Indonesia menjadi bertambah banyak sehingga harganya turun (menjadi lebih murah), akibatnya masyarakat lebih menyukai produk tersebut. Hal ini berakibat pada komoditi dalam negeri di mana, sumbangan komoditi menjadi turun.
  • Kebijaksanaan tarif menjadikan keadaan pada kesimpulan pertama menjadi lebih baik, hal ini dibuktikan dengan naiknya produksi nasional yang dipergunakan menjadi lebih besar.
Hambatan Quota
        Quota termasuk jenis hambatan perdagangan luar negeri yang lazim dan sering diterapkan oleh suatu Negara untuk membatasi masukkan komoditi impor ke negaranya. Quota sendiri dapat diartikan sebagai tindakan pemerintah suatu Negara dengan menentukan batas maksimal suatu komoditi impor yang boleh masuk ke Negara tersebut. Seperti halnya tarif, tindakan quota ini tentu tidak akan menyenangkan bagi Negara peng-ekspornya. Indonesia sendiri pernah menghadapi kuota impor yang diterapkan oleh sistem perekonomian Amerika.

Hambatan Dumping
        Meskipun karakteristiknya tidak seperti Tarif dan Quota, namun dumping sering menjadi suatu masalah bagi suatu Negara dalam proses perdagangan luar negerinya, seperti yang dialami baru-baru ini, di mana industri sepeda Indonesia dituduh melakukan politik dumping. Dumping sendiri diartikan sebagai suatu tindakan dalam menetapkan harga yang lebih murah di luar negeri dibanding harga di dalam negeri untuk produk yang sama.

Hambatan Embargo/Sanksi Ekonomi
     Sejarah mebuktikan bahwa suatu negara yang karena tindakannya dianggap melanggar hak asasi manusia, melanggar wilayah kekuasaan suatu Negara, akan menerima/dikenakan sanksi ekonomi oleh Negara yang lain (PBB). Contoh yang masih hangat di telinga adalah kasus intervensi Irak, kasus Libia dan masih banyak lagi. Akibat dari hambatan yang terakhir ini biasanya lebih buruk dan meluas bagi masyarakat yang terkena sanksi ekonomi dari pada akibat yang ditimbulkan oleh hambatan-hambatan perdagangan lainnya.


C.   Neraca Pembayaran Luar Negeri Indonesia

        Neraca pembayaran luar negeri Indonesia juga merupakan suatu bentuk pelaporan yang sistematis mengenai segala transaksi ekonomi yang diakibatkan oleh adanya kebijaksanaan dan kegiatan ekonomi di sektor luar negeri. Dengan demikian dalam neraca ini juga terdapat pos yang merupakan arus dana masuk (umumnya ditandai dengan +) dan pos yang merupakan arus dana keluar (ditandai dengan -).

Transaksi dalam neraca pembayaran dapat dibedakan dalam dua macam transaksi.
  1. Transaksi debit, yaitu transaksi yang menyebabkan mengalirnya arus uang (devisa) dari dalam negeri ke luar negeri. Transaksi ini disebut transaksi negatif (-), yaitu transaksi yang menyebabkan berkurangnya posisi cadangan devisa. 
  2. Transaksi kredit adalah transaksi yang menyebabkan mengalirnya arus uang (devisa) dari luar negeri ke dalam negeri. Transaksi ini disebut juga transaksi positif (+), yaitu transaksi yang menyebabkan bertambahnya posisi cadangan devisa negara.
       Namun demikian secara singkat pos-pos dalam neraca pembayaran luar negeri Indonesia tersebut dapat dikelompokkan pos-pos dalam neraca luar negeri Indonesia tersebut dapat dikelompokkan ke dalam berikut ini :
  • Neraca Perdagangan, yang merupakan kelompok transaksi-transaksi yang berkaitan dengan kegiatan ekspor dan impor barang, baik migas maupun non-migas.
  • Neraca Jasa, merupakan kelompok transaksi-transaksi yang berkaitan dengan kegiatan ekspor impor di bidang jasa.
  • Neraca Berjalan, merupakan hasil penggabungan antara neraca perdagangan dan neraca jasa. Jika lebih banyak pos arus kas masuknya (ekspor) maka nilai neraca berjalan ini akan surplus, begitu pula sebaliknya.
  • Neraca Lalu Lintas Modal, merupakan kelompok pos-pos yang berkaitan dengan lalu-lintas modal pemerintah bersih (selisih antar pinjaman dan pelunasan hutang pokok) dan lalu-lintas modal swasta bersih, berikut lalu-lintas modal bersih lainnya yang merupakan selisih penerimaan penanaman modal asing dengan pembayaran BUMN.
  • Selisih yang belum diperhitungkan.
  • Neraca Lalu Lintas Moneter, yang merupakan kelompok pos-pos yang berkaitan dengan perubahan cadangan devisa.

D.   Peran Kurs Valuta Asing

        Kurs valuta asing sering diartikan sebagai banyaknya nilai mata uang suatu negara (Rupiah misalnya) yang harus dikorbankan/dikeluarkan untuk mendapatkan satu unit mata uang asing (Dollar misalnya). Sehingga dengan kata lain, jika kita gunakan contoh Rupiah dan Dollar, maka kurs valuta asing adalah nilai tukar yang menggambarkan banyaknya Rupiah yang harus dikeluarkan untuk mendapat satu unit Dollar dalam kurun waktu tertentu. Masalah kurs valuta asing mulai muncul ketika transaksi ekonomi sudah melibatkan dua negara (mata uang) atau lebih, tentunya sebagai alat untuk menjembatani perbedaan mata uang di masing-masing negara.
        Beberapa istilah yang biasanya berkaitan dengan kurs valuta asing tersebut yaitu :
  • Defresiasi adalah turunnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.
  • Afresiasi adalah naiknya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing. Dengan demikian jika rupiah mengalami defresiasi (mengalami penurunan nilai maka mata uang dolar akan mengalami afresiasi.
  • Spot rate adalah nilai tukar yang masa berlakunya hanya dalam waktu 2×24 jam saja. Sehingga jika sudah melewati batas waktu di atas maka nilai tukar tersebut sudah tidak berlaku lagi.
      Pada dasarnya ada tiga sistem atau cara untuk menentukan tinggi-rendahnya kurs atau nilai tukar valuta asing, yaitu : 
  1. Kurs tetap, karena dikaitkan dengan emas sebagai standard atau patokannya. 
  2. Kurs bebas, yang dibentuk oleh permintaan dan penawaran valuta asing di pasaran bebas, lepas dari kaitan dengan emas. Dalam hal ini kurs bisa naik – turun dengan bebas. Dewasa ini orang bicara tentang kurs mengambang (floating rates) 
  3. Kurs dibuat stabil berdasarkan perjanjian internasional yaitu ditetapkan oleh pemerintah/bank sentral dalam perbandingan tertentu dengan dollar atau emas sebagai patokan.

        Lepas dari semua itu, perubahan kurs suatu mata uang terhadap mata uang lainnya secara prinsip hanya disebabkan karena adanya perubahan kekuatan permintaan dan penawaran terhadap mata uang asing yang akan dipertukarkan, yang sebenarnya identik dengan kekuatan permintaan dan penawaran akan komoditi yang diperdagangkan.
        Perubahan permintaan dan penawaran pada proses selanjutnya dapat mengakibatkan mata uang di dalam negeri (rupiah) mengalami penurunan nilai/Apresiasi, dan dapat juga mengalami kenaikan nilai/Depresiasi, kedua hal tersebut tergantung dari sebab-sebab perubahan permintaan-penawaran valuta asing tersebut. Adapun sebab-sebab perubahan tersebut diantaranya :


  • Perubahan selera masyarakat terhadap komoditi luar negeri

      Semakin banyak masyarakat Indonesia menyukai dan membutuhkan barang luar negeri, maka kebutuhan  akan mata uang asing ($) akan semakin banyak pula untuk mendapatkan barang luar tersebut. karena permintaan semakin banyak, secara grafik, kurva permintaan akan dollar akan bergeser ke kanan dari keseimbangannya. Akibatnya nilai rupiah mengalami penurunan, atau semakin banyak rupiah yang harus dikorbankan untuk mendapatkan 1 unit $.


  • Perubahan iklim investasi dan tingkat bunga

      Perubahan iklim investasi yang semakin aman dan menarik (PP No. 22 1995 misalnya) dapat menyebabkan arus modal asing makin banyak yang masuk, yang berarti penawaran modal asing berupa dollar meningkat. Peristiwa ini akan mengakibatkan kurva penawaran dari dollar akan bergeser ke kanan (naik).


  • Perubahan tingkat inflasi

        Inflasi yang tinggi dapat menyebabkan komoditi ekspor kita kurang dapat bersaing di pasaran dunia, karena dengan adanya inflasi yang tinggi harga ekspor akan terasa lebih mahal. Akibatnya jarang yang mau membeli produk ekspor. Hal ini identik dengan menurunnya penawaran dollar untuk membeli ekspor tersebut.


  • Iklim investasi

        Prospek dan iklim investasi yang menarik (aman dan tingkat penghasilan yang tinggi) di Indonesia akan turut mempengaruhi banyak tidaknya penawaran dollar ke Indonesia. Semakin menarik maka nilai rupiah akan semakin tinggi (apresiasi).

        Masih banyak faktor lain yang dapat menyebabkan rupiah depresiasi atau sebaliknya. Namun yang jelas kurs (nilai tukar) yang saat ini berlaku adalah sudah mencerminkan keseimbangan pasar, artinya kurs itulah yang menggambarkan kenyataan perekonomian suatu negara saat ini.

Sumber :