Senin, 18 Juni 2012

Tips Membuat Perencanaan Keuangan dan Mengelolanya dengan Baik


Banyak orang yang memiliki pendapatan yang lumayan besar setiap bulannya namun hampir setiap bulan merasa kekurangan atau kehabisan uang. Sebaliknya, tidak sedikit orang yang penghasilannya bisa dibilang pas-pasan tapi mereka hampir tidak pernah merasa kehabisan uang. Dalam hal ini akan bahas mengenai pengololaan uang untuk pribadi maupun keluarga. Memang untuk mengelola keuangan baik pribadi, keluarga, maupun organisasi tidak mudak (bagi yang tidak bisa menahan diri), bagi yang bisa menahan diri ini sangatlah mudah.

Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mengelola keuangan kita agar terhindar dari masalah keuangan yaitu dengan membedakan dan mengelompokkan harta yang kita miliki antara lain pendapatan, bisnis, investasi, dan tabungan. Karena dengan demikian kita dapat menggunakan uang sesuai dengan kebutuhan. Cara mengelompokkanya mungkin dengan membuat rekening yang berbeda.
  1. Pendapatan
    Untuk pendapatan anda sebagian bisa disisihkan untuk tabungan atau investasi, dan sebagian lagi gunakan untuk pengeluaran anda.
  2. Bisnis
    Simpanan untuk bisnis jangan sampai digunakan untuk kepentingan pribadi atau yang lainnya selain kepentingan bisnis, hal ini untuk mendukung kelancaran bisnis anda.
  3. Investasi
    Investasi anda bisa berupa emas, rumah, tanah, dsb. Jangan menggunakan dana investasi anda untuk keperluan pribadi kecuali jika sangat penting dan itupun gunakanlah keuntungan dari investasi anda, jangan gunakan seluruhnya.
  4. Tabungan
    Tabungan merupakan harta yang sangat penting. Tambah saldo tabungan anda, minimalkan pengurangan saldo. Jangan gunakan uang tabungan kecuali jika ada kebutuhan yang sangat penting misalkan kematian, sekolah, dll.
Selain melakukan langkah-langkah yang disebutkan di atas, anda harus bisa mengontrol pengeluaran anda agar anda tidak konsumtif dan cenderung menghabiskan uang untuk sesuatu yang tidak perlu. Jika anda bisa mengendalikan diri dan melakukan langkah-langkah yang disebutkan diatas, keuangan anda pasti akan berjalan dengan baik. 

Uang merupakan kebutuhan hidup untuk mempertahankan kehidupan. Anda bekerja keras untuk mendapatkan uang. Namun, sering kali uang tersebut hanya bertahan seminggu atau dua minggu setelah gajian saja. Sering juga seorang yang sudah bekerja puluhan tahun tetapi tidak dapat menyimpan uang sedikitpun. Apa sebenarnya yang menjadi masalah? Masalahnya terletak pada cara mengatur uang tersebut. Hal yang sangat mendasar dari sebuah pengaturan uang adalah perencanaan. Perencanaan keuangan yang baik akan memaksimalkan pengaturan keuangan Anda. Berikut ini beberapa tips-tips untuk membuat perecanaan keuangan yang baik.

  • Pertama, buatlah list pengeluaran anda pada bulan yang lalu. List pengeluaran berisi daftar belanja anda selama jangka waktu tertentu, biasanya per bulan. Belanja tidak harus berbentuk membeli sebuah barang, tetapi dapat pula berupa jasa, atau apapun yang membuat anda mengeluarkan uang. Pembuatan list pengeluaran sangatlah penting. Anda dapat mengetahui berapa besaran uang penghasilan yang telah anda keluarkan sebelumnya. Selain itu, jika terjadi pembengkakan pengeluaran, anda dapat merunut, dari bagian manakah asal pengeluaran anda yang membengkak tersebut.

  • Kedua, susunlah kebutuhan anda dalam jangka waktu tertentu. Jika anda menginginkan dalam jangka waktu per bulan, anda dapat menyusun kebutuhan selama satu bulan ke depan. Biasanya penyusunan kebutuhan ini pada awal bulan. Namun, pada anda yang mendapatkan uang (gajian) pada pertengahan bulan atau pada akhir bulan, dapat mengawali pada hari setelah anda gajian terhitung satu bulan (30 sampai 31 hari).

  • Terakhir, cocokkanlah list kebutuhan anda dengan list pengeluaran anda. Apa guna mencocokkan kedua list yang sudah dibuat tersebut. Tidak lain untuk mengurangi kesalahan yang terjadi pada pengeluaran bulan lalu agar tidak terulang kembali pada list kebutuhan yang dibuat. Kebutuhan yang telah kita susun sering kali terlalu berlebihan sehingga perlu direvisi kembali agar anggaran belanja kebutuhan tersebut tidak membengkak. Kita perlu cermat dalam merevisi list kebutuhan. Membeli yang dibutuhkan, bukan yang diinginkan.

Sumber :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar