Senin, 31 Oktober 2011

Pengantar Bisnis


TUGAS MINGGU 5 :
Asti nur Damayanti   (21211270)
Erizka Enzia               (22211461)
Heni Astuti                 (23211311)
Nadya Soalagogo    (25211081)
Oktavia Rahmi          (25211450)
Kelas 1EB20

1.   SEBUTKAN FUNGSI  MANAJEMEN  DAN TERAPKAN PADA DIRI ANDA DAN APA MANFAATNYA
Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan.
adapun fungsi-fungsi manajemen adalah;
·      Perencanaan (Planning)
Kegiatan seorang manajer adalah menyusun rencana. Menyusun rencana berarti memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Agar dapat membuat rencana secara teratur dan logis, sebelumnya harus ada keputusan terlebih dahulu sebagai petunjuk langkah-langkah selanjutnya.
·    Pengorganisian (Organizing)
Pengorganisasian atau organizing berarti menciptakan suatu struktur dengan bagian-bagian yang terintegrasi sedemikian rupa sehingga hubungan antarbagian-bagian satu sama lain dipengaruhi oleh hubungan mereka dengan keseluruhan struktur tersebut.
Pengorganisasian bertujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Selain itu, mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut.
·    Menggerakkan (Actuating)
Menggerakkan atau Actuating adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha-usaha organisasi. Jadi actuating artinya adalah menggerakkan orang-orang agar mau bekerja dengan sendirinya atau penuh kesadaran secara bersama-sama untuk mencapai tujuan yang dikehendaki secara efektif. Dalam hal ini yang dibutuhkan adalah kepemimpinan (leadership).
·      Pengawasan (Controling)
Pengawasan merupakan tindakan seorang manajer untuk menilai dan mengendalikan jalannya suatu kegiatan yang mengarah demi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan.
MANFAATNYA :
Contoh pada saat kita akan membuat suatu acara kepanitiaan, maka penerapan fungsi manajemen disini sangatlah berperan penting, karena langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan membuat konsep perencaan dari kegiatan tersebut, setelah disusun tujuan dalam perencanaan tersebut kemudian dibentuk susunan panitia seperti ketua pelaksana, seksi bidang, serta anggota panitia pelaksana serta pembagian tugas dan tanggung jawab untuk pelaksaan acara dalam organisasi tersebut. Lalu selanjutnya realita dari konsep pelaksaan acara tersebut, budgeting, dan sampai pencapaian perwujudan acara tersebut dan yang terakhir setelah acara selesai dilakukan evalusi sebagai kontrol apakah acara berjalan secara maksimal sesuai dengan planning awal.
2.   Apa  ciri manajer  profesional  berdasarkan ketrampilan manajemen yg berkaitan:
a.   Dengan hubungan antar pribadi
b.   Dengan informasi
c.    Dengan pengambilan keputusan

-  Ciri-ciri manajemen profesional dalam pengembangan mutu SDM dapat  dilihat dari sisi operasional dan  manajerial yakni:
1.      Berbudaya korporat: transparansi, independensi,  responsif, akuntabilitas, dan kejujuran
2.      Dukungan manajemen puncak.
3.      Bermanfaat untuk kepentingan internal dan juga eksternal organisasi.
4.      Berorientasi   ke masa depan dengan pendekatan holistik.
5.      Berdimensi jangka panjang dan bersinambung.
6.      Sistem nilai-prinsip efisiensi dan efektivitas.
7.      Dilakukan secara terencana/terprogram. Monitoring dan evaluasi serta  umpan balik.
8.      Dilakukan oleh pelaku dan tentunya pimpinan unit yang memiliki:
a.  kompetensi atau keakhlian dan pengalaman panjang di bidangnya.
b.  sifat haus pada tantangan-tantangan.
c.   sikap dan ketrampilan inovatif, kreatif, inisiatif dan efisien.
d.  integritas tinggi.
e.   sifat menghargai profesi lain.
f.     sifat yang selalu siap menghadapi setiap resiko.
g.  bertanggungjawab atas setiap kata dan perbuatannya.
9.      Penggunaan teknologi tepatguna.
10. Kepemimpinan dalam membangun komitmen.
11. Partisipasi aktif semua anggota.
12. Kerjasama Tim.
13. Pemberian penghargaan pada tiap karyawan yang berprestasi (kompensasi termasuk peluang pendidikan-pelatihan lanjutan dan promosi karir).
14.  Persuasi pada karyawan yang kurang berprestasi untuk menjadi yang terbaik melalui konsultasi-bimbingan dan pendidikan-pelatihan bersinambung. 
3.   Sebutkan bentuk – bentuk  organisasi dan pengertiannya    secara singkat 
                   - Bentuk Organisasi Garis
Bentuk ini merupakan bentuk organisasi paling tua dan paling sederhana. Bentuk organisasi diciptakan oleh Henry Fayol. Biasa juga disebut dengan organisasi militer dimana cirinya adalah struktur organisasi ini relatif kecil, jumlah karyawan yang relatif sedikit, saling kenal, dan spesialisai kerja yang belum begitu rumit dan tinggi.
Kebaikannya;
1.          Kesatuan komado terjamin baik karena pimpinan berada pada satu tangan.
2.          Proses pengambilan keputusan berjalan dengan cepat karena jumlah orang yang diajak berkonsultasi masih sedikit.
3.          Rasa solidaritas dianatara karyawan umumnya tinggi karena saling mengenal.
Keburukannya;
1.          Seluruh organisasi tergantung pada satu pimpinan (satu orang) dimana bila pimpinan tersebut berhalangan maka organisasi tersebut akan mandek atau hancur.
2.          Ada kecenderungan pimpinan bertindak secara otokratis.
3.          Kesempatan karyawan untuk berkembang terbatas.
              - Bentuk Organisasi Fungsional
Bentuk ini merupakan bentuk dimana sebagian atau segelintir pimpinan tidak mempunyai bawahan yang jelas karena setiap pimpinan berwenang memberikan komando pada bawahannya. Bentuk ini dikembangkan oleh FW Taylor.
Kebaikannya;
1.          Pembidangan tugas-tugas jelas.
2.          Spesialisasi karyawan dapat dikembangkan dan digunakan semaksimal mungkin.
3.          Digunakannya tenga-tenaga ahli dalam berbagai bidang sesuai dengan fungsinya.
Keburukannya;
1.          Karena adanya spesialisasi kerja maka akan sulit untuk mengadakan tour of duty.
2.          Karyawan lebih mementingkan bidangnya sehingga sukar untuk melaksanakan koordinasi.  

- Bentuk Organisasi Garis dan Staff
Bentuk ini umumnya dianut oleh organisasi besar, daerah kerja yang luas, mempunyai bidang tugas yang beraneka dan rumit serta jumlah karyawan yang banyak. Bentuk ini diciptakan oleh Harrington Emerson.
Kebaikannya;
1. Dapat digunakan pada setiap organisasi yang besar, apapun tujuannya,luas organisasinya, dan kompleksitas susunan organisasinya.
2. Pengambilan keputusan lebih mudah karena adanya dukungan dari staf ahli.
3.  Perwujudan “the right man in the right place” lebih mudah terlaksana.
Keburukannya;
1.  Sesama karyawan dapat terjadi tidak saling mengenal, solidaritas sulit terbangun
2.  Karena susunan organisasinya yang koompleksitas, maka kesulitannya adalah dalam bidang koordinasi antar divisi atau departemen. 

- Bentuk Organisasi Fungsional dan Staff
Bentuk ini merupakan kombinasi dari bentuk organisasi fungsional dan bentuk organisasi garis dan staff. Adapun kebaikan dan keburukan dari bentuk organisasi ini adalah juga merupakan kombinasi dari bentuk diatas.


Selasa, 25 Oktober 2011

Tugas Pengantar Bisnis


TUGAS MINGGU 4

Asti nur Damayanti (21211270)
Erizka Enzia             (22211461)
 Heni Astuti                (23211311)
Nadya Soalagogo      (25211081)
Oktavia Rahmi         (25211450)

Kelas 1EB20


1.        Sebutkan perbedaan wiraswasta dan wiraswastawan serta unsur apa yang  dimiliki wiraswasta!
Perbedaan wiraswasta dengan wiraswastawan, yaitu :
-       Wiraswasta adalah suatu bentuk usaha yang dibangun oleh seseorang dengan modal sendiri, menetapkan tujuan sendiri dan dengan kepribadian tertentu.
-       Wiraswastawan adalah seseorang yang memiliki kepribadian tertentu untuk membuat suatu usaha secara kualitatif lebih dari manusia pada umumnya yakni memiliki kemampuan berdiri di atas kekuatan sendiri, mengambil resiko, menetapkan tujuan atas pertimbangan sendiri, memiliki semangat bersaing yang kuat, berorientasi yang keras, kreatif, inovatif, motivasi, dan berprestasi. Unsur-unsur penting yang harus dimiliki wiraswasta, yaitu : Unsur pengetahuan, Unsur keterampilan, Unsur sikap mental, Unsur kewaspadaan
2. Bagaimana perkembangan  franchising  di indonesia searching  di internet!
Perkembangan Franchising di Indonesia:
Di Indonesia, sistem waralaba mulai dikenal pada tahun 1950-an, yaitu dengan munculnya dealer kendaraan bermotor melalui pembelian lisensi. Perkembangan kedua dimulai pada tahun 1970-an, yaitu dengan dimulainya sistem pembelian lisensi plus, yaitu franchisee tidak sekedar menjadi penyalur, namun juga memiliki hak untuk memproduksi produknya. Agar waralaba dapat berkembang dengan pesat, maka persyaratan utama yang harus dimiliki satu teritori adalah kepastian hukum yang mengikat baik bagi franchisor maupun franchisee. Karenanya, kita dapat melihat bahwa di negara yang memiliki kepastian hukum yang jelas, waralaba berkembang pesat, misalnya di AS dan Jepang. Tonggak kepastian hukum akan format waralaba di Indonesia dimulai pada tanggal 18 Juni 1997, yaitu dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah (PP) RI No. 16 Tahun 1997 tentang Waralaba. PP No. 16 tahun 1997 tentang waralaba ini telah dicabut dan diganti dengan PP no 42 tahun 2007 tentang Waralaba. Selanjutnya ketentuan-ketentuan lain yang mendukung kepastian hukum dalam format bisnis waralaba adalah sebagai berikut :
·      Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No. 259/MPP/KEP/7/1997 Tanggal 30 Juli 1997 tentang Ketentuan Tata Cara Pelaksanaan Pendaftaran Usaha Waralaba.
·      Peraturan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No. 31/M-DAG/PER/8/2008 tentang Penyelenggaraan Waralaba.
·      Undang-undang No. 14 Tahun 2001 tentang Paten.
·      Undang-undang No. 15 Tahun 2001 tentang Merek.
·      Undang-undang No. 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang.
Banyak orang masih skeptis dengan kepastian hukum terutama dalam bidang waralaba di Indonesia. Namun saat ini kepastian hukum untuk berusaha dengan format bisnis waralaba jauh lebih baik dari sebelum tahun 1997. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya payung hukum yang dapat melindungi bisnis waralaba tersebut. Perkembangan waralaba di Indonesia, khususnya di bidang rumah makan siap saji sangat pesat. Hal ini ini dimungkinkan karena para pengusaha kita yang berkedudukan sebagai penerima waralaba (franchisee) diwajibkan mengembangkan bisnisnya melalui master franchise yang diterimanya dengan cara mencari atau menunjuk penerima waralaba lanjutan. Dengan mempergunakan sistem piramida atau sistem sel, suatu jaringan format bisnis waralaba akan terus berekspansi. Ada beberapa asosiasi waralaba di Indonesia antara lain APWINDO (Asosiasi Pengusaha Waralaba Indonesia), WALI (Waralaba & License Indonesia), AFI (Asosiasi Franchise Indonesia). Ada beberapa konsultan waralaba di Indonesia antara lain IFBM, The Bridge, Hans Consulting, FT Consulting, Ben WarG Consulting, JSI dan lain-lain. Ada beberapa pameran Waralaba di Indonesia yang secara berkala mengadakan roadshow diberbagai daerah dan jangkauannya nasional antara lain International Franchise and Business Concept Expo (Dyandra),Franchise License Expo Indonesia ( Panorama convex), Info Franchise Expo ( Neo dan Majalah Franchise Indonesia).
3.   Beri 5 contoh riil usaha franchising yang bergerak di bidang :
a. Pendidikan
b.   Kesehatan
c.   Salon dan perawatan
d.   Makanan dalam negeri/lokal
e.   Otomotif
Contoh riil usaha franchising yang bergerak di bidang :
a.  Pendidikan
Contohnya:
1.   LP3I Course Center
2.   IBSC TV Presenter
3.   International Language Programs (ILP)
4.   Vedic Maths Indonesia
5.   Jarimatika Indonesia
b.  Kesehatan
Contohnya:
1. The Medicine Shoppe Pharmacy
2. Rebel Gym
3. Sinergi Fitness Center
4. Hip Hot-Women’s Fitness
5. Apotek K-24
c. Salon dan perawatan
Contohnya :
1. Meji Mejiku Nail Salon
2. Pure Beauty Care
3. VZ Skincare
4. Esther House of Beauty
5. Alex’s Salon Professional
d. Makanan dalam negeri/lokal
Contohnya :
1. Edam Burger
2. Tela Tela
3. Nasi Uduk Gondangdia
4. Bakmi Gila
5. Waroeng Kebab
e. Otomotif
Contohnya :
1. C3 Car Care Center
2. King Auto Interior
3. Raja Motor
4. LIC Triple Polish
5. The Autobridal Indonesia
4.    Jelaskan perbedaan kewirausahaan dengan bisnis kecil dengan contoh kasus yang nyata !
Perbedaan kewirausahaan dengan bisnis kecil, yaitu :
-       Kewirausahaan adalah suatu bentuk usaha berskala lebih luas apabila dibandingkan dengan bisnis kecil-kecilan, dibangun dengan modal sendiri, berani menanggung resiko sendiri dan memiliki tujuan/rencana untuk mengembangkan usaha/bisnis tersebut lebih luas lagi.
-       Bisnis kecil adalah suatu bentuk usaha berskala kecil yang dibangun dengan modal sendiri dan tidak memiliki tujuan/rencana untuk mengembangkan usaha/bisnisnya. Karena bisnis kecil biasanya hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari si pemilik usaha saja.
Contoh kasus yang nyata :
Jack Matz, mantan eksekutif sebuah perusahaan di Houston, yang kehilangan pekerjaan ketika perusahaannya merger. Kemudian Matz membuka bisnis fotocopy dekat sebuah universitas lokal. Tujuannya adalah mendapatkan cukup uang untuk hidup nyaman sampai dia pensiun 10 tahun lagi. Matz adalah seorang pemilik bisnis keci, tetapi ia sebenarnya bukanlah wirausahawan. Karena ia tidak punya rencana untuk mengembangkan bisnisnya.
Sebaliknya, seorang wirausahawan akan membuka pusat fotocopy dengan menciptakan jaringan yang lebih luas untuk menyaingi firma Kinko saat itu.

Masalah Ekonomi di Negara Maju

Meskipun negara-negara maju memiliki kondisi perekonomian yang lebih baik daripada negara-negara berkembang, tidak berarti negara-negara tersebut tidak menghadapi masalah-masalah ekonomi. Kenyataannya, berbagai masalah ekonomi yang dihadapi oleh negara-negara maju banyak berpengaruh pada keadaan ekonomi negara-negara berkembang. Beberapa masalah ekonomi yang dihadapi di negara-negara maju adalah sebagai berikut :
1.    Sumber Daya Manusia
Seperti halnya yang terjadi pada negara-negara berkembang, negara maju juga menghadapi permasalahan sumber daya manusia. Hanya saja, permasalahan yang dihadapi, berbeda bentuk. Ada dua hal yang sangat berkaitan dengan masalah sumber daya manusia ini, yakni tenaga kerja dan restrukturisasi perusahaan.
  •       Jumlah Tenaga Kerja
Salah satu hal penting yang membedakan negara-negara maju dengan negara-negara berkembang adalah angka kelahiran dan kematiannya yang rendah. Di satu sisi hal ini memberikan dampak positif berupa semakin baiknya pengendalianpertambahan jumlah penduduk serta membaiknya tingkat kelangsungan hidup. Namun dari sisi lain, hal ini justru memberikan dampak yang  kurang menguntungkan. Seperti kita tahu, seiring dengan tingginya tingkat kegiatan produksi di negara-negara maju di seluruh sektor ekonomi (contohnya pertanian, industri, perdagangan, jasa), negara-negara ini tentu saja membutuhkan lebih banyak jumlah tenaga kerja. Justru hal inilah yang tidak dapat disediakan oleh mereka. Dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang rendah, negara-negara maju seringkali kesulitan mencari tenaga kerja di dalam negeri.
  •        Restrukturisasi Perusahaan
Restrukturisasi perusahaan adalah sebuah kebiijaksanaan perusahaan untuk merampingkan besarnya perusahaan baik dari segi organisasi maupun jumlah tenaga kerja dengan tujuan agar perusahaan dapat berjalan lebih efisien dan menguntungkan. Hal ini dapat terjadi karena beberapa hal sebagai berikut :
a. Kemajuan teknologi yang sanggup menggantikan tenaga kerja manusia.
b. Beban operasi (cost) perusahaan yang semakin membesar dan membuat keuntungannya (profit) semakin mengecil, perusahaan tersebut menggantungkan diri dengan perusahaan lainnya (merger) dengan tujuan untuk memperluas pasar, meningkatkan daya saing, juga menambah modal.

Dikebanyakan negara maju, restrukturisasi perusahaan ini sudah menjadi sebuah trend yang menakutkan bagi banyak tenaga kerja. Oleh karena itulah pemerintah negara maju berupaya untuk menampung mereka yang terkena dampak restrukturisasi ini dengan berbagai upaya seperti memberi kesempatan dan kemudahan bagi mereka untuk memulai usaha sendiri (wiraswasta), mendirikan pusat-pusat pelatihan guna meningkatkan keterampilan dan keahlian mereka, juga mendorong terciptanya investasi di sektor-sektor ekonomi lainnya untuk menampung tenga kerja itu.

2.    Masalah Globalisasi Ekonomi
Istilah globalisasi menjadi sebuah kata yang sering sekali terdengar saat ini. Globalisasi ekonomi adalah berbagai kegiatan ekonomi di seluruh dunia yang saling berhubungan satu sama lainnya. Globalisasi ekonomi dapat diibaratkan sebagai sebuah jaring laba-laba raksasa yang menghubungkan  satu kegiatan ekonomi di sebuah negara dengan kegiatan ekonomi di negara lainnya. Dalam globalisasi ekonomi, negara-negara di dunia tidak dapat hanya mengandalkan kekuatannya sendiri bila mereka hendak memajukan setiap sektor ekonomi yang dijalaninya.
  •       Masuknya Produk Negara Berkembang ke Negara Maju
Globalisasi ekonomi ini diwujudkan melalui pendirian sebuah organisasi perdagangan internasional yang menetapkan aturan main yang harus dijalankan oleh setiap negara yang menjadi anggotanya. Orhanisasi ini dikenal dengan nama  WTO (World Trade Organization). Di dalam WTO, diharapkan agar setiap negara tidak menutup atau membatasi negaranya untuk menerima berbagai produk-produk dari negara lainnya. Dengan aturan ini, seringkali negara-negara berkembang merasa dirugikan karena mereka “terpaksa” harus menerima berbagai barang produksi negara-negara maju yang jauh lebih murah dari barang-barang produksi buatan dalam negerinya. Sebetulnya, ada begitu banyak produk dari negara-negara berkembang yang juga memasuki negara-negara maju, dan produk-produk itu pun memiliki keunggulan yang tidak kalah dari produk-produk sejenis yang dihasilkan oleh negara-negara maju tersebut.
  •       Masuknya Tenaga Kerja Negara Berkembang ke Negara Maju
Kkekurangan tenaga kerja di negara-negara maju, begitu pula dengan aturan yang ditetapkan oleh WTO, membuat banyak tenaga kerja dari negara berkembang mulai masuk ke negara-negara maju. Para pekerja dari negara berkembang ini terkenal dengan ketekunan dan “keuletannya” untuk dibayar lebih rendah daripada rekan-rekannya dari negara maju. Hal ini tentu saja mengkhawatirkan para pekerja dari negara-negara maju tersebut.
  •       Perpindahan Investasi dari Negara Maju ke Negara Berkembang
Mengingat tingginya biaya produksi di negara-negara maju yang meliputi biaya tenaga kerja, biaya penyewaan pabrik, biaya pajak, juga biaya-biaya lainnya, maka banyak perusahaan-perusahaan besar di negara maju yang memindahkan pabrik-pabriknya ke negara-negara berkembang dengan pertimbangan rendahnya biaya produksi di sana. Perkembangan ini tentu saja akan berakibat buruk pada perekonomian negara-negara maju.
  •       Krisis Ekonomi di Negara Berkembang
Hal ini yang menjadi dampak globalisasi bagi negara-negara maju adalah dampak krisis ekonomi yang dialami oleh negara-negara berkembang. Seperti kita ketahui, globalisasi ekonomi membuat kondisi perekonomian suatu negara terkait dengan perekonomian negar lainnya. Dengan adanya krisis ekonomi yang melanda negara berkembang, maka produksi bahan baku di negara-negara tersebut menjadi terhambat. Hal ini tentu saja berpengaruh pula bagi kegiatan produksi yang terjadi di negara-negara maju, yakni terhambatnya pula kegiatan produksi mereka.

3.    Lingkungan Hidup
Meskipun banyak yang beranggapan bahwa negara-negara berkembang yang seharusnya bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan yang terjadi di dunia, namun tidak bisa disangkal bahwa negara-negara maju pun memiliki peran yang cukup besar dalam kerusakan ini. Dengan tingginya tingkat produktivitas  di negara-negara maju, maka mau tidak mau mereka membutuhkan bahan baku yang semakin banyak jumlahnya. Hal ini otomatis membuat mereka harus mengeruk sumber daya alam dengan lebih banyak pula. Dampak yang langsung dirasakan dari kegiatan ini tentu saja terjadi pada lingkungan hidup di muka bumi ini. Lebih parah lagi, ternyata banyak diantara negara-negara maju tiu yang melakukan pengerukan sumber daya alam di negara-negara berkembang, karena selain disalahkan akibat kelalaian mereka mengelola lingkungan hidup negaranya, mereka pun harus menanggung kesalahan negara-negara maju yang melakukan kerusakan lingkungan di negara mereka sendiri.

Dibalik majunya suatu negara, tidak menutup kemungkinan bahwa negara maju tersebut tidak memiliki masalah, terlebih dalam perekonomiannya. Negara maju juga memiliki masalah yang justru negara berkembang dapat mengatasi masalah dari negara maju tersebut. Negara berkembang tidak selamanya menjadi negara yang memiliki sejuta permasalahan ekonomi karena pada kenyataannya negara maju dan negara berkembang memiliki kekuatannya masing-masing dalam suatu sektor.     




Sumber : EKONOMI, M.T. Ritonga dan Yoga Firdaus
                www.wikipedia.org