Selasa, 25 Oktober 2011

Masalah Ekonomi di Negara Maju

Meskipun negara-negara maju memiliki kondisi perekonomian yang lebih baik daripada negara-negara berkembang, tidak berarti negara-negara tersebut tidak menghadapi masalah-masalah ekonomi. Kenyataannya, berbagai masalah ekonomi yang dihadapi oleh negara-negara maju banyak berpengaruh pada keadaan ekonomi negara-negara berkembang. Beberapa masalah ekonomi yang dihadapi di negara-negara maju adalah sebagai berikut :
1.    Sumber Daya Manusia
Seperti halnya yang terjadi pada negara-negara berkembang, negara maju juga menghadapi permasalahan sumber daya manusia. Hanya saja, permasalahan yang dihadapi, berbeda bentuk. Ada dua hal yang sangat berkaitan dengan masalah sumber daya manusia ini, yakni tenaga kerja dan restrukturisasi perusahaan.
  •       Jumlah Tenaga Kerja
Salah satu hal penting yang membedakan negara-negara maju dengan negara-negara berkembang adalah angka kelahiran dan kematiannya yang rendah. Di satu sisi hal ini memberikan dampak positif berupa semakin baiknya pengendalianpertambahan jumlah penduduk serta membaiknya tingkat kelangsungan hidup. Namun dari sisi lain, hal ini justru memberikan dampak yang  kurang menguntungkan. Seperti kita tahu, seiring dengan tingginya tingkat kegiatan produksi di negara-negara maju di seluruh sektor ekonomi (contohnya pertanian, industri, perdagangan, jasa), negara-negara ini tentu saja membutuhkan lebih banyak jumlah tenaga kerja. Justru hal inilah yang tidak dapat disediakan oleh mereka. Dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang rendah, negara-negara maju seringkali kesulitan mencari tenaga kerja di dalam negeri.
  •        Restrukturisasi Perusahaan
Restrukturisasi perusahaan adalah sebuah kebiijaksanaan perusahaan untuk merampingkan besarnya perusahaan baik dari segi organisasi maupun jumlah tenaga kerja dengan tujuan agar perusahaan dapat berjalan lebih efisien dan menguntungkan. Hal ini dapat terjadi karena beberapa hal sebagai berikut :
a. Kemajuan teknologi yang sanggup menggantikan tenaga kerja manusia.
b. Beban operasi (cost) perusahaan yang semakin membesar dan membuat keuntungannya (profit) semakin mengecil, perusahaan tersebut menggantungkan diri dengan perusahaan lainnya (merger) dengan tujuan untuk memperluas pasar, meningkatkan daya saing, juga menambah modal.

Dikebanyakan negara maju, restrukturisasi perusahaan ini sudah menjadi sebuah trend yang menakutkan bagi banyak tenaga kerja. Oleh karena itulah pemerintah negara maju berupaya untuk menampung mereka yang terkena dampak restrukturisasi ini dengan berbagai upaya seperti memberi kesempatan dan kemudahan bagi mereka untuk memulai usaha sendiri (wiraswasta), mendirikan pusat-pusat pelatihan guna meningkatkan keterampilan dan keahlian mereka, juga mendorong terciptanya investasi di sektor-sektor ekonomi lainnya untuk menampung tenga kerja itu.

2.    Masalah Globalisasi Ekonomi
Istilah globalisasi menjadi sebuah kata yang sering sekali terdengar saat ini. Globalisasi ekonomi adalah berbagai kegiatan ekonomi di seluruh dunia yang saling berhubungan satu sama lainnya. Globalisasi ekonomi dapat diibaratkan sebagai sebuah jaring laba-laba raksasa yang menghubungkan  satu kegiatan ekonomi di sebuah negara dengan kegiatan ekonomi di negara lainnya. Dalam globalisasi ekonomi, negara-negara di dunia tidak dapat hanya mengandalkan kekuatannya sendiri bila mereka hendak memajukan setiap sektor ekonomi yang dijalaninya.
  •       Masuknya Produk Negara Berkembang ke Negara Maju
Globalisasi ekonomi ini diwujudkan melalui pendirian sebuah organisasi perdagangan internasional yang menetapkan aturan main yang harus dijalankan oleh setiap negara yang menjadi anggotanya. Orhanisasi ini dikenal dengan nama  WTO (World Trade Organization). Di dalam WTO, diharapkan agar setiap negara tidak menutup atau membatasi negaranya untuk menerima berbagai produk-produk dari negara lainnya. Dengan aturan ini, seringkali negara-negara berkembang merasa dirugikan karena mereka “terpaksa” harus menerima berbagai barang produksi negara-negara maju yang jauh lebih murah dari barang-barang produksi buatan dalam negerinya. Sebetulnya, ada begitu banyak produk dari negara-negara berkembang yang juga memasuki negara-negara maju, dan produk-produk itu pun memiliki keunggulan yang tidak kalah dari produk-produk sejenis yang dihasilkan oleh negara-negara maju tersebut.
  •       Masuknya Tenaga Kerja Negara Berkembang ke Negara Maju
Kkekurangan tenaga kerja di negara-negara maju, begitu pula dengan aturan yang ditetapkan oleh WTO, membuat banyak tenaga kerja dari negara berkembang mulai masuk ke negara-negara maju. Para pekerja dari negara berkembang ini terkenal dengan ketekunan dan “keuletannya” untuk dibayar lebih rendah daripada rekan-rekannya dari negara maju. Hal ini tentu saja mengkhawatirkan para pekerja dari negara-negara maju tersebut.
  •       Perpindahan Investasi dari Negara Maju ke Negara Berkembang
Mengingat tingginya biaya produksi di negara-negara maju yang meliputi biaya tenaga kerja, biaya penyewaan pabrik, biaya pajak, juga biaya-biaya lainnya, maka banyak perusahaan-perusahaan besar di negara maju yang memindahkan pabrik-pabriknya ke negara-negara berkembang dengan pertimbangan rendahnya biaya produksi di sana. Perkembangan ini tentu saja akan berakibat buruk pada perekonomian negara-negara maju.
  •       Krisis Ekonomi di Negara Berkembang
Hal ini yang menjadi dampak globalisasi bagi negara-negara maju adalah dampak krisis ekonomi yang dialami oleh negara-negara berkembang. Seperti kita ketahui, globalisasi ekonomi membuat kondisi perekonomian suatu negara terkait dengan perekonomian negar lainnya. Dengan adanya krisis ekonomi yang melanda negara berkembang, maka produksi bahan baku di negara-negara tersebut menjadi terhambat. Hal ini tentu saja berpengaruh pula bagi kegiatan produksi yang terjadi di negara-negara maju, yakni terhambatnya pula kegiatan produksi mereka.

3.    Lingkungan Hidup
Meskipun banyak yang beranggapan bahwa negara-negara berkembang yang seharusnya bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan yang terjadi di dunia, namun tidak bisa disangkal bahwa negara-negara maju pun memiliki peran yang cukup besar dalam kerusakan ini. Dengan tingginya tingkat produktivitas  di negara-negara maju, maka mau tidak mau mereka membutuhkan bahan baku yang semakin banyak jumlahnya. Hal ini otomatis membuat mereka harus mengeruk sumber daya alam dengan lebih banyak pula. Dampak yang langsung dirasakan dari kegiatan ini tentu saja terjadi pada lingkungan hidup di muka bumi ini. Lebih parah lagi, ternyata banyak diantara negara-negara maju tiu yang melakukan pengerukan sumber daya alam di negara-negara berkembang, karena selain disalahkan akibat kelalaian mereka mengelola lingkungan hidup negaranya, mereka pun harus menanggung kesalahan negara-negara maju yang melakukan kerusakan lingkungan di negara mereka sendiri.

Dibalik majunya suatu negara, tidak menutup kemungkinan bahwa negara maju tersebut tidak memiliki masalah, terlebih dalam perekonomiannya. Negara maju juga memiliki masalah yang justru negara berkembang dapat mengatasi masalah dari negara maju tersebut. Negara berkembang tidak selamanya menjadi negara yang memiliki sejuta permasalahan ekonomi karena pada kenyataannya negara maju dan negara berkembang memiliki kekuatannya masing-masing dalam suatu sektor.     




Sumber : EKONOMI, M.T. Ritonga dan Yoga Firdaus
                www.wikipedia.org

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar