Minggu, 13 November 2011

Tugas Pengantar Bisnis

Tugas Minggu 7

Asti Nur Dmayanti (21211270)
Erizka Enzia          (22211461)
Heni Astuti             (23211311)
Nadya Soalagogo    (25211081)
Oktavia Rahmi        (25211450)
Kelas : 1EB20



1.SEBUTKAN FAKTOR – FAKTOR PENUNJANG PERKEMBANGAN 
   MANAJEMEN  PRODUKSI
Jawab:
- Adanya  pembagian kerja dan spesialisasinya
- Revolusi industri
- Perkembangan alat dan teknologi (termasuk komputer)
- Perkembangan ilmu dan metode kerja

2.SEBUTKAN ARTI  PRODUKSI DAN BERI  5 CONTOHNYA
Jawab:
Produksi adalah suatu kegiatan ekonomi untuh menambah nilai guna suatu barang atau jasa agar bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan manusia.
Contohnya:
- Produksi usaha garmen
- Produksi kerajinan rotan sebagai alat rumah tangga 
- Pengolahan cabai sebagai sambel
- Pengolahan ikan dalam bentuk kalengan 
- Produksi  alumunium sebagai bungkus obat atau makanan
3.APA YG DIMAKSUD DENGAN PROSES PRODUKSI TERUS MENERUS DAN
   BERI 5 CONTOHNYA 
Jawab:
Proses produksi terus-menerus adalah proses produksi barang atas dasar aliran produk dari satu operasi ke operasi berikutnya tanpa penumpukan disuatu titik dalam proses. Pada umumnya industri yang cocok dengan tipe ini adalah yang memiliki karakteristik yaitu output direncanakan dalam jumlah besar, variasi atau jenis produk yang dihasilkan rendah dan produk bersifat standar.
Contoh :
- Gas
- Bensin
- Teknologi  (seperti hp, komputer,dll)
- Batu bara
4. SEBUT DAN JELASKAN 4 MACAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Jawab:
Macam macam teori pengambilan keputusan :
A.Teori Rasional Komprehensi 
Barangkali teori pengambilan keputusan yang biasa digunakan dan diterima oleh banyak kalangan adalah teori rasional komprehensif yang mempunyai beberapa unsur.
  • Pembuatan keputusan dihadapkan pada suatu masalah tertentu yang dapat dibedakan dari masalah-masalah lain atau setidaknya dinilai sebagai masalah-masalah yang dapat diperbandingkan satu sama lain (dapat diurutkan menurut prioritas masalah). 
  • Tujuan-tujuan, nilai-nilai atau sasaran yang menjadi pedoman pembuat keputusan sangat jelas dan dapat diurutkan prioritasnya/kepentingannya. 
  • Bermacam-macam alternatif untuk memecahkan masalah diteliti secara saksama.
  • Asas biaya manfaat atau sebab-akibat digunakan untuk menentukan prioritas. 
  • Setiap alternatif dan implikasi yang menyertainya dipakai untuk membandingkan dengan alternatif lain. 
  • Pembuat keputusan akan memilih alternatif terbaik untuk mencapai tujuan, nilai, dan sasaran yang ditetapkan. 
  • Teori rasional komprehensif ini menuntut hal-hal yang tidak rasional dalam diri pengambil keputusan. Asumsinya adalah seorang pengambil keputusan memiliki cukup informasi mengenahi berbagai alternatif sehingga mampu meramalkan secara tepat akibat-akibat dari pilihan alternatif yang ada, serta memperhitungkan asas biaya manfaatnya. 
 B.Teori Inkremental
Teori ini dalam mengambil keputusan dengan cara menghindari banyak masalah yang harus dipertimbangkan dan merupakan madel yang sering ditempuh oleh pejabat-pejabat pemerintah dalam mengambail keputusan. Teori ini memiliki pokok-pokok pikiran sebagai berikut: 
  • Pemilihan tujuan atau sasaran dan analisis tindakan empiris yang diperlukan untuk mencapanya merupakan hal yang saling terkait.  
  • Pembuat keputusan dianggap hanya mempertimbangkan beberapa alternatif yang langsung berhubungan dengan pokok masalah, dan alternatif-alternatif ini hanya dipandang berbeda secara inkremental atau marjinal.  
  • Setiap alternatif hanya sebagian kecil saja yang dievaluasi mengenahi sebab dan akibatnya. 
  • Masalah yang dihadapi oleh pembuat keputusan di redifinisikan secara teratur dan memberikan kemungkinan untuk mempertimbangkan dan menyesuaikan tujuan dan sarana sehingga dampak dari masalah lebih dapat ditanggulangi. 
  • Tidak ada keputusan atau cara pemecahan masalah yang tepat bagi setiap masalah. Sehingga keputusan yang baik terletak pada berbagai analisis yang mendasari kesepakatan guna mengambil keputusan. 
  • Pembuatan keputusan inkremental ini sifatnya dalah memperbaiki atau melengkapi keputusan yang telah dibuat sebelumnya guna mendapatkan penyempurnaan. 
  • Karena diambil berdasarkan berbagai analisis maka sangat tepat diterapkan bagi negara-negara yang memiliki struktur mejemuk. Keputusan dan kebijakan diambil dengan dasar saling percaya diantara berbagai pihak sehingga secara politis lebih aman. Kondisi yang realistik diberbagi negara bahwa dalam menagmbil keputusan/kebijakan para pengambil keputusan dihadapkan pada situasi kurang baik seperti kurang cukup waktu, kurang pengalaman, dan kurangnya sumber-sumber lain yang dipakai untuk analsis secara komprehensif.

C.  Teori Pengamatan Terpadu (Mixed Scaning Theory)
Beberapa kelemahan tersebut menjadi dasar konsep baru yaitu seperti yang dikemukakan oleh ahli sosiologi organisasi Aitai Etzioni yaitu pengamatan terpadu (Mixid Scaning) sebagai suatu pendektan untuk mengambil keputusan baik yang bersifat fundamental maupun inkremental. Keputusan-keputusan inkremental memberikan arahan dasar dan melapangkan jalan bagi keputusan-keputusan fundamental sesudah keputusan-keputusan itu tercapai.
Model pengamatan terpadu menurut Etzioni akan memungkinkan para pembuat keputusan menggunakan teori rasional komprehensif dan teori inkremental pada situasi yang berbeda-beda.
Model pengamatan terpadu ini pada hakikatnya merupakan pendekatan kompromi yang menggabungkan pemanfaatan model rasional komprehensif dan model inkremental dalam proses pengambilan keputusan.

5. SEBUTKAN RUANG  LINGKUP MANAJEMEN PRODUKSI
Jawab:
      Ruang lingkup manajemen produksi mencakup perencanaan atau penyiapan sistem produksi dan operasi, pengendalian dari sistem produksi dan operasi, serta sistem informasi produksi. Peranan perencanaan dan pengendalian produksi adalah semata-mata dimaksudkan untuk mengkoordinasikan kegiatan bagian langsung atau tidak langsung dalam berproduksi, sehingga perusahaan itu betul-betul dapat menghasilkan barang-barang atau jasa dengan efektif dan efisien serta memenuhi sasaran-sasaran lainnya. Pengendalian mencakup proses, bahan baku, tenaga kerja, biaya, mutu dan pemeliharaan. Sistem informasi produksi mencakup struktur organisasi, pesanan dan persediaan.
      A. Perancangan sistem produksi
Perancangan berfungsi agar kegiatan produski dan operasi yang akan dilakukan terarah bagi pencapaian tujuan produksi dan operasi, serta fungsi produksi dapat terlaksana secara efektif dan efisien. Pembahasan dalam perancangan atau desain dari sistem produksi dan operasi meliputi:
     1. Seleksi dan rancangan atau desain hasil produksi (produk)
     2. Seleksi dan perancangan proses dan peralatan.
     3. Pemilihan lokasi dan site perusahaan dan unit perusahaan.
     4. Rancangan tata-letak (lay-out) dan arus kerja atau proses
     5. Rancangan tugas pekerjaan
     6. Strategi produksi dan operasi serta pemilihan kapasitas
B. Pengendalian sistem produksi dan operasi
Pengendalian  dan pengawasan merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menjamin agar kegiatan produksi dan operasi yang dilaksanakan sesuai dengan apa yang telah direncanakan, dan apabila terjadi penyimpangan, maka dapat dikoreksi sehingga apa yang diharapkan dapat tercapai. Pengendalian sistem produksi dan operasi mencakup :
1. Pengendalian persediaan dan pengadaan bahan
2. Pemeliharaan atau perawatan (maintenance) mesin dan peralatan
3. Pengendalian mutu
4. Manajemen tenaga kerja (sumber daya manusia)
5. Pengendalian Biaya
6. Pengendalian produksi
C. Sistem Informasi Produksi
Sistem informasi produksi mencakup :
1. Struktur organisasi
2. Produksi atas dasar pesanan
3. Produksi untuk persediaan (pasar)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar